Fullcirclegroup.net

Media Informasi dan Forum Politik

RI-Jepang MOU Project Kereta Kencang JKT-SBY Dua Minggu

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan jika faksi Jepang akan lakukan penandatanganan nota kesepakatan masalah kereta kencang Rajapoker Jakarta-Surabaya (JKT-SBY). Ini bisa menjadi pintu gerbang pertama loyalitas sah Indonesia-Jepang dalam mengerjakan project kereta kencang. Selesai tanda-tangan MoU, Jepang akan lakukan studi kelayakan sah bersama dengan pemerintah.

“Kita akan MOU pada sebuah dua minggu ini diawali dengan dikerjakan FS. FS itu sebetulnya telah mulai Jepang, tetapi formalnya baru dikerjakan sesudah ini,” kata Budi di kantor Kemenko Maritim, Selasa (3/9/2019). Kamis minggu ini, kata Budi, faksinya akan lakukan rapat dengan wapres mengulas masalah penjadwalan project ini.

“Oleh karena itu Kamis ini kami akan rapat di Wakil presiden untuk mengulas tentang time table, scope, semua hal yang menegaskan program ini,” kata Budi. Faksi Jepang minta waktu dua tahun untuk studi banding serta pembebasan tanah. Tetapi, Budi memperjelas pemerintah minta lebih disingkat saatnya, jika mungkin saja setahun.

Baca juga : Tolak Pandangan Professor Harvard Daniel Bell masalah Ideologi

Mereka meminta pembebasan tanah sama FS tuch dua tahun. Kita meminta lebih pendek, jika dapat setahun,” papar Budi. Sampai sekarang, memang belumlah ada loyalitas sah hitam di atas putih di antara Indonesia dengan Jepang masalah kereta kencang Jakarta Surabaya. Faksi Jepang sendiri baru lakukan studi kelayakan masalah project ini.

Gagasannya, masalah permodalan Indonesia akan terima kucuran dana dari Japan International Cooperation Agency (JICA), tetapi untuk nilai investasinya belum juga dipastikan. Pemerintah memprediksi pembangunan Kereta Kencang JKT-SBY memerlukan dana Rp 60 triliun. Sesaat faksi Jepang memprediksi seputar Rp 90 triliun

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top