Fullcirclegroup.net

Media Informasi dan Forum Politik

Perantaraan OC Kaligis Versus Kejagung Berkaitan Masalah Walet Novel Baswedan Deadlock

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) membuat perantaraan atas tuntutan perdata OC Kaligis pada Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menyeret nama Novel Baswedan. Hasilnya perantaraan itu deadlock atau tidak berhasil. “Perantaraan telah barusan, tidak diterima sama Jaksa Agung. Deadlock,” tutur OC Kalogis selesai lakukan perantaraan, di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020).

OC menjelaskan, berdasar keputusan pengadilan Jaksa sebaiknya melimpahkan masalah Novel itu ke Pengadilan. Tetapi, disebut Kejaksaan menampik dengan fakta bisa menciderai keadilan, kejelasan hukum serta manfaat. Harusnya kita nantikan ingin dilimpahkan kan, tetapi ia tidak ingin limpahkan. Tuturnya untuk ini keadilan, keadilan untuk siapa? Waktu yang mati tidak ada keadilannya,” tutur OC.

Baca juga : INTEL Gunakan Chipset Sebesar Tangan Untuk Proses Komputer Raksasa

OC menyebutkan, faksinya tetap meneruskan tuntutan perdatanya. Menurut dia, bukti yang ada sekarang cukup sudah. “Kita disidang saja kita tuntaskan di Pengadilan sebab bukti-bukti cukup, dasarnya tidak diterima oleh Kejaksaan Agung untuk keadilan,” kata OC. “Dasarnya itu bukan untuk keadilan, orang dibunuh loh. 4 Ditembak. Apakah itu mematuhi rasa keadilan? Jika perkaranya diendapkan oleh Jaksa Agung yang baru,” sambungnya. Didapati awalnya, tuntutan yang dikerjakan oleh OC Kaligis didaftarkan pada Rabu (6/11) di PN Jaksel. Tuntutan dikirimkan pada Jaksa Agung serta Kejaksaan Negeri Bengkulu dengan nomor 958/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL.

Dalam tuntutannya, OC Kaligis mengatakan Jaksa Agung serta Kejaksaan Negeri Bengkulu lakukan tindakan menantang hukum sebab beberapa tergugat dipandang tidak melakukan isi keputusan praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu Nomor 2 Pid.Pra/2016/PN.Bgl, tertanggal 31 Maret 2016. Ia minta supaya masalah sangkaan penganiayaan dewapoker pada beberapa aktor pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 dibuka . Dalam sangkaan penganiayaan itu, nama penyidik KPK Novel Baswedan disebut. Ia merasakan Novel kebal hukum. Walau sebenarnya, menurut OC Kaligis, banyak faksi yang memberikan laporan Novel atas sangkaan penganiayaan itu.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top