Fullcirclegroup.net

Media Informasi dan Forum Politik

Pengacara Korban : Ilegal Apabila Asset First Travel Dirampas Negara!

Pengacara korban First Travel M Lutfi Yazid menyesalkan dirampasnya asset First Travel buat negara. Luthfi mengemukakan, asset itu sebagai uang jemaah korban First Travel, bukan hasil korupsi yang memberikan kerugian negara. ” Asset itu tidaklah uang korupsi namun uang jamaah? Jika uang hasil korupsi yaitu benar apabila dirampas serta diberikan terhadap negara! Akan tetapi ini uang jamaah. Jadi bila asset First Travel setelah itu dilelang oleh Kajari serta diberikan terhadap negara jadi ini namanya illegal, ” kata Luthfi terhadap wartawan, Jumat (15/11/2019) .

Tidak hanya itu, kata Luthfi, berpedoman pada Surat Ketentuan Menteri Agama No 589 Tahun 2017 pun dengan cara jelas memohon biar uang korban First Travel dikembalikan. Sampai, menurutnya, tak selayaknya asset itu dirampas negara. ” Lalu apa manfaatnya SK Menteri Agama? Apa manfaatnya banyak korban FT diperintah membukukan dirinya sendiri serta menyerahkan bukti setoran umroh ke Crisis Center di Bareskrim Mabes Polri yang dibuat oleh Kemenag, Mabes Polri serta Otoritas Layanan Keuangan (OJK) ? ” pungkasnya.

Baca juga : Megapoker88 Agen Poker V Teraman Dan Terkenal Di Indonesia

” Dalam perkara publik sesuai ini sesungguhnya ada positive obligation dari negara. Mempunyai arti negara berikan pemecahan untuk perlindungan hak prinsipil masyarakatnya dalam soal ini hak penduduk negara buat jalankan semangat keagamaannya ialah jalankan umroh. Pemerintah bisa berikan pemecahan, umpamanya dengan kembalikan atau menalangi uang jamaah sama seperti korban PT Lapindo ataupun PT Bank Century. Atau pemerintah memberangkatkan jamaah dengan melaksanakan negosiasi dengan pemerintah Saudi Arabia biar mendapat pemberian atau kemudahan, baik dari sisi penginapan saat di Saudi Arabia, kemudahan visa, transportasi ataupun ticket pesawat dan sebagainya, ” tambah Luthfi.

admin

One thought on “Pengacara Korban : Ilegal Apabila Asset First Travel Dirampas Negara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top