Fullcirclegroup.net

Media Informasi dan Forum Politik

Kompolnas Mencuriga IPW Bisa ‘Pesanan’ Masalah Serangan Ke Komjen Idham Aziz

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) curigai pengakuan wartawan yang ditayangkan Indonesia Police Watch (IPW) sarat ‘pesanan’ dari faksi yang tidak senang dengan penyalonan Kabareskrim Komjen Idham Azis jadi calon tunggal Kapolri. Pengakuan IPW yang disebut ialah minta DPR menampik Idham Azis jadi Kapolri sebab dipandang cacat administrasi. IPW akui mengacu pada ketetapan Kompolnas tentang waktu dinas calon Kapolri minimum dua tahun, sesaat waktu dinas Idham kurang dari dua tahun. Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan memperjelas faksinya tidak pernah menerbitkan ketentuan atau ketetapan masalah ketentuan jadi Kapolri.

Kompolnas belum pernah keluarkan ketentuan apa pun tentang kriteria jadi Kapolri. Terus jelas saya curigai adakah ‘pesanan’ dari faksi tersendiri dalam mengkritik waktu bakti dari calon Kapolri, Komjen Idham Azis, hingga tuduhan ketidaklayakan dikirimkan tanpa ada fundamen,” tutur Andrea lewat info tercatat, Kamis (24/10/2019). Andrea memandang pemilihan Komjen Idham Azis jadi calon tunggal Kapolri, gantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian, ialah bentuk roda pergantian bergerak di badan Polri. Untuk didapati, Tito adalah alumni Akabri angkatan 1987, sesaat Komjen Idham Azis alumni Akabri angkatan 1988.

Baca juga : PM Australia Dan PM Singapura Hadiri Pelantikan Jokowi Di Istana

“Dengan filosofis dan sosiologis, dengan tidak mencalonkan Pati (perwira tinggi) yang satu angkatan/letting dengan Kapolri (Tito) ialah kebijaksanaan yang benar-benar reformis, sebab saya pandang jadi kestabilan dalam jaga roda rotasi pergantian angkatan/letting pada tubuh Polri,” kata Andrea. Ia memperjelas pengakuan yang dilemparkan IPW menyimpang berkaitan ketentuan waktu bakti calon Kapolri. Ia menyarankan supaya ke depan, IPW memberi keterangan yang memiliki kandungan nilai edukasi hingga publik tidak tergiring pada pendapat yang salah.

“Respon atas info yang pantas disangka menyimpang serta telah dilemparkan ke publik, jadi satu NGO atau LSM atau organisasi masyarakat, saya mengharap IPW semestinya memberi edukasi yang baik serta memberi info yang tepat pada publik hingga publik tidak tergiring pada berita yang tidak tepat,” papar Andrea. Awalnya dikabarkan, Presiden Jokowi langsung ajukan nama alternatif Tito Karnavian, yang barusan diangkat jadi Menteri Dalam Negeri. Nama Kabareskrim Komjen Idham Azis jadi hanya satu yang diserahkan ke DPR.

admin

One thought on “Kompolnas Mencuriga IPW Bisa ‘Pesanan’ Masalah Serangan Ke Komjen Idham Aziz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top